<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646</id><updated>2011-07-31T06:51:17.442+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK BERMASALAH | PANDUAN TERAPI ANAK</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://terapi-anak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-8274408739066627216</id><published>2009-05-02T13:06:00.017+07:00</published><updated>2009-06-27T09:56:22.767+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK BERMASALAH</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center; font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;"&lt;a href="http://www.terapi-anak.blogspot.com"&gt;Terapi Anak Bermasalah&lt;/a&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:180%;" &gt; adalah ilmu &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;"&lt;a href="http://www.terapi-anak.blogspot.com"&gt;Terapi Anak&lt;/a&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:180%;" &gt; yang wajib dikuasai oleh para &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: normal;font-size:180%;" &gt;Orang Tua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:180%;" &gt; dan sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;"&lt;a href="http://www.terapi-anak.blogspot.com"&gt;Panduan Terapi Anak&lt;/a&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;dalam mengatasi &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;"&lt;a href="http://www.terapi-anak.blogspot.com"&gt;Anak-Anak&lt;/a&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;"&lt;a href="http://www.terapi-anak.blogspot.com"&gt;Bermasalah&lt;/a&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:180%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:180%;" &gt;dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: normal;font-size:180%;" &gt;Keluarga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang Tua&lt;/span&gt; yang efektif bagi &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Anak-Anak&lt;/span&gt;nya tidaklah mudah.  Pendapat bahwa setiap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang Tua&lt;/span&gt; akan secara reflektif dapat mendidik &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Anak-Anak&lt;/span&gt;nya, tidaklah benar.  Menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang Tua&lt;/span&gt; cukup dengan naluri keayahan dan keibuan saja tidaklah tepat.  Perlu suatu ilmu khusus yang menangani masalah tersebut yang dinamakan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;"Terapi Anak Bermasalah"&lt;/span&gt; atau secara umumnya bisa dinamakan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;"Terapi Anak"&lt;/span&gt;.  Bisa juga disebut ilmu yang menangani &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;"Anak-Anak Bermasalah"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang Tua&lt;/span&gt;, walaupun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anak&lt;/span&gt;nya masih bayi sekalipun sudah diwajibkan mempunyai ilmu tersendiri untuk memprogram &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Anak-Anak&lt;/span&gt; agar tumbuh menjadi generasi yang takwa, sehat dan pintar.  Disamping itu, untuk menangani problem &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Anak-Anak Bermasalah"&lt;/span&gt; begitu rumit dan aneka macam, sehingga diperlukan ilmu Problem Solving tentang &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Anak-Anak&lt;/span&gt;.  Tugas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang Tua&lt;/span&gt; tidak sebatas memenuhi kebutuhan materi saja kepada &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Anak-Anak&lt;/span&gt; mereka melainkan juga berkewajiban membangun rohani dan pribadi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Anak-Anak&lt;/span&gt; secara bersih dan sehat pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Blog &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Terapi Anak Bermasalah | Panduan Terapi Anak"&lt;/span&gt; ini bisa berguna bagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang Tua&lt;/span&gt; dan sebagai solusi dalam menghadapi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Anak-Anak&lt;/span&gt; yang &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bermasalah&lt;/span&gt; dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keluarga&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Terima Kasih. @@@@@&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-8274408739066627216?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/8274408739066627216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/8274408739066627216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/kata-pengantar.html' title='TERAPI ANAK BERMASALAH'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-6667082357849316497</id><published>2009-05-02T13:05:00.006+07:00</published><updated>2009-06-27T09:48:43.446+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK PENGGOSIP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sementara orang yang mengatakan bahwa suka ngerumpi atau menggosip adalah bukan suatu masalah yang butuh penanganan secara terapis.  Padahal dua penyakit itu sangat berbahaya bagi stabilitas masyarakat.  Betapa banyak gara-gara gosip, membuat pecah persaudaraan, betapa sering gosip berkembang menjadi fitnah dan perkelahian.  Karena itu Alloh telah memperingatkan dengan firmannya ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"  Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.  Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.  Dan bertakwalah kepada Alloh.  Sesungguhnya Alloh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. " ( Al-Hujarat : 12 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Rasulullah pernah menggambarkan nasib manusia yang suka ghibah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Saat aku dimi'rajkan, aku melewati kaum yang kukunya terbuat dari tembaga, ia menggarut-garut wajah dan dadanya.  Aku bertanya ( kepada Jibril ) : " Siapa mereka ? " Ia menjawab : " Mereka adalah pemakan daging manusia, ( maksudnya ) suka " memakan ( menggoip ) orang lain : berguguranlah kehormatan mereka. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa besar akibat gosip sehingga Al-Qur'an dan hadits memberi peringatan yang sangat keras agar manusia meninggalkan perilaku tercela itu.  Seseorang yang suka ngerumpi, menggunjing, menggosip sangat jauh dari ajaran Islam yang bersih, seolah-olah ruh Islam musnah dari kepribadiannya.&lt;br /&gt;Pembahasan mengenai " gosip " atau " ghibah " secara umum dijadikan pendahuluan sebelum pada topik intinya yang berkenaan dengan anak.  Saya nasihatkan kepada mereka jangan suka menggosip, menggunjing, ngerumpi yang dalam istilah Islam Ghibah atau Namimah, agar perbuatan buruk ini tidak ditiru oleh anak-anak.  Mereka harus ditunbuhkan secara Islam yang sehat.&lt;br /&gt;Mengapa nasihat itu saya tekankan ? Karena kadang-kadang seseorang terbawa situasi secara tidak sadar.  Misalnya disuatu resepsi atau pertemuan.  Mula-mula Anda cuma basa-basi untuk mencari bahan pembicaraan, namun lama-lama merasakan asyiknya Anda tidak sadar bahwa menggunjing adalah perbuatan yang tidak mulia ini akan diganjar dengan siksa yang besar.&lt;br /&gt;Kawan yang sejati adalah yang membela kawannya dari pergunjingan.  Walau sikawan tidak berada ditempat.  Rasulullah berpesan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Siapa yang membela kehormatan saudara semuslim, ia berhak terlepas dari jilatan api neraka. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung ........&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-6667082357849316497?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/6667082357849316497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/6667082357849316497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-penggosip.html' title='TERAPI ANAK PENGGOSIP'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-8811307715768599741</id><published>2009-05-02T13:05:00.003+07:00</published><updated>2009-05-16T09:01:11.071+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK LEMAH</title><content type='html'>ARTIKEL TERAPI ANAK LEMAH DALAM PENYUSUNAN, MOHON MAAF.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-8811307715768599741?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/8811307715768599741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/8811307715768599741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-lemah.html' title='TERAPI ANAK LEMAH'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-5512998044071624777</id><published>2009-05-02T13:05:00.001+07:00</published><updated>2009-05-16T09:01:45.032+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK JAHAT</title><content type='html'>ARTIKEL TERAPI ANAK JAHAT DALAM PENYUSUNAN, MOHON MAAF.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-5512998044071624777?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/5512998044071624777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/5512998044071624777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-jahat.html' title='TERAPI ANAK JAHAT'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-8252353177527431314</id><published>2009-05-02T13:04:00.011+07:00</published><updated>2009-06-27T10:10:36.069+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK TUNGGAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya baru saja berkenalan dengan seseorang.  Saya perhatikan ia begitu gelisah.  Setelah berbincang-bincang tahulah saya bahwa ia sedang mencemaskan putranya.  Ia mengeluhkan tentang nilai pelajarannya yang menurun, fisiknya lemah dan suka sakit-sakitan.&lt;br /&gt;"Apakah putramu anak tunggal ?" tanyaku menebak.&lt;br /&gt;"Benar ... tapi bagaimana Anda menerka demikian ?"&lt;br /&gt;"Saya tahu dari rasa gelisah Anda dan pembicaraan Anda terus-menerus tentang dia saja" jelasku.&lt;br /&gt;"Sungguh ... putraku merupakan harapan satu-satunya bagiku dan bagi ibunya.  Dialah permata hati.  Kami selalu kawatir pada setiap musim semi berakhir.  Bila ia mengeluh sakit kasi sangat gugup, gelisah was-was, jantung kami jadi berdebar." ungkapnya.&lt;br /&gt;"Maukah Anda bercerita tentang ulah putra Anda ?" pintaku.&lt;br /&gt;"Tentu ..."&lt;br /&gt;"Dia itu ... seperti penguasa yang absolut.  Jika salah satu saja keinginannya kita abaikan, ia akan meradang dengan berbagai cara.  Ia pura-pura sakit, bahkan jatuh pingsang ... lalu marahnya bangkit dan menggebrak-gebrak, bisa diatasikah dia ?" tanya bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ia melanjutkan ceritanya aku menyela, "Tunggu sebentar ... coba aku teruskan mgengenai ulah putra Anda.  Ia pasti mogok makan hanya karena ada masalah kecil saja, jiwanya labil dan wataknya emosional, tubuhnya kurus, tidurnya tidak nyenyak, jika sakit tak mau minum obat, jika ngambek sukar dibujuk, logikanya pendek karena terlalu dipenuhi tuntutannya, ia suka ngambek .... , analisku.&lt;br /&gt;"Cukup ... cukup ...! Anda mengungkap wataknya seolah-olah telah mengenalnya.  Bagaimana Anda tahu detil seperti itu ?" heran si ayah itu.&lt;br /&gt;"Gejala seperti itu tidak mengherankan lagi.  Begitulah rata-rata temperamen anak semata wayang.  Karakternya mudah dikenali dan sering ciceramahkan oleh banyak psikolog." kataku.&lt;br /&gt;"Apakah para psikolog tersebut mempunyai kiat khusus untuk mengatasi dan mendidik anak tunggal ?" tanya bapak tersebut.&lt;br /&gt;"Terapinya ada ditangan Anda sendiri." jawabku.&lt;br /&gt;"Bagaimana caranya ?" desaknya.&lt;br /&gt;"Kunci pertama adalah beriman kepada Allah dengan pasrah dan tawakal kepada-Nya.  Setelah itu tunaikan kewajiban-kewajiban Anda berdua sebagai seorang bapak dan ibu.  Pikirkan lalu putuskan kemungkinan-kemungkinan kabaikan bagi putra atau putri Anda.  Jangan terlalu berlabihan dalam menunjukkan kasih sayang.  Kendalikan diri dari tuntutan-tuntutannya yang tidak masuk akal." terangku.&lt;br /&gt;Si ayah itu menangis, entah mengapa, lalu ia bertanya, "Bila kami tidak mampu tegas terhadapnya, adakah cara lainnya ?"&lt;br /&gt;"Jika Anda berdua tidak mampu tegas dengan satu-satunya buah hati Anda, maka kirimkanlah ia ke pondok pesantren untuk mendapatkan pendidikan kepribadian, kemndirian dan kedisiplinan secara intensif.  Bila Anda berdua masih juga tidak tega, titipkan kepada famili terdekat sehingga ketergantungan terhadap orang tua bisa diatasi.&lt;br /&gt;Di pondok pesantren atau di rumah kerabat terdekat, ia akan tumbuh normal seperti anak-anak yang lain.  Sebab tidak ada lagi yang memanjakannya.  Ia terpisah dari lingkungan semula, lalu tumbuhlah rasa percaya pada diri sendiri.  Setelah percaya diri ini tumbuh semakin kuat, ia boleh Anda ambil kembali.&lt;br /&gt;Jika BNapak dan Ibunya bersikeras, enggan melakukan ketegasan semacam ini, putra atau putri Anda berada diambang bahaya, baik itu bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. @@@@@&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-8252353177527431314?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/8252353177527431314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/8252353177527431314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-tunggal.html' title='TERAPI ANAK TUNGGAL'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-3321975097048130191</id><published>2009-05-02T13:04:00.010+07:00</published><updated>2009-06-27T09:50:21.233+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK KABUR DARI RUMAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak kasus anak yang kabur dari rumah maupun dari sekolahnya lalu hidup menggelandang dan keluyuran di jalanan, di supermarket dan bertempat tinggal di sembarang tempat di alam bebas ini.  Mengapa terjadi perilaku yang demikian itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sanksi berat dari orang tua atau dari gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa berbahayanya bila terkena razia lalu ditempatkan dipenampungan anak-anak nakal, sebab justru di tempat itulah bahaya siap menghadang.  Di antara yang ada dipenampungan mungkin terdapat orang-orang kriminal dan di pusat rehabilitasi tersebut mereka bisa mempengaruhi anak-anak lain yang masih polos atau belum terkontaminasi oleh moral yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan lari dari rumah bila tidak ditangani secara therapis oleh para orang tua dan phsikiater, akan berkembang menjadi problem yang sangat komlek dan membuahka kejahatan.  Salah satu ekses dari perilaku yang demikian adalah kesukaan berbohong, suka menyerang dan mungkin terjebak pada kejahatan mencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-musabab seorang anak kabur dari rumah, antara lain ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Melihat Bakat Petualangan&lt;br /&gt;Bila melihat anak memiliki kecenderungan menyukai alam bebas yang pemandangannya indah, maka ia pasti suka pada petualangan alam seperti panjat tebing , naik gunung, olah raga yang bersentuhan dengan alam bebas dan sebagainya.  Ini suatu bakat yang perlu penyaluran.  Bahkan bisa ditambah dengan kegiatan peduli ligkungan, enghijauan dan sebagainya yang disamping bersifat petualangan sekaligus bersifat ilmiah.&lt;br /&gt;Banyak keluarga Barat banyak mendirikan klub-klub widya wisata yang merupakan gabungan antara rekreasi dan minat ( bakat ) para peserta.  Kegiatan ini angat positif untuk mengisi waktu liburan sekolah.  Jika klub-kub seperti ini tidak dimanfaatkan, anak akan mengalihkan kecenderungan pada kekerasan.  Para guru, instruktur dan orang tua bisa menyodorkan buku petualangan untuk memberi semangat dan arah pada si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Kepekaan Jiwa Usia Anak-anak.&lt;br /&gt;Anak-anak memiliki jiwa yang peka terhadap perlakuan buruk yang ia erima.  Bila hak asasinya ditekan, mereka akan cepat bereaksi, lalu kaburlah ia dari rumah untuk menghindari rasa sakit hati dan ketersinggungannya.&lt;br /&gt;Bersikaplah lemah lembut dan menghormatinya sebagai manusia yang perlu kemandirian dalaj memutuskan segala sesuatu.  Perlakukan anak-anak dengan baik dan adil.  Perbaiki sikapnya dengan bijaksana, obatilah keburukan-keburukannya seperti seorang dokter terhadap pasiennya.  Pakailah acuan-acuan yang ada pada buku-buku pandua psikologi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Ada Suatu Kebencian Atau Permusuhan.&lt;br /&gt;Penyebab anak kabur dari rumah bisa disebabkan juga karena dirumah ataupun disekolahnya ada seorang yang dibencinya.  Terutama disekolah sering terjadi persaingan dan permusuhan.  Hal ini bisa memicu perkelahian.  Bila situasi ini tidak segera dierai, maka salah satu pihak merasa harus keluar dari sekolah.&lt;br /&gt;Disamping itu metode dan cara-cara pengajaran tidak sesuai dengan bakat si anak sehingga mereka sangat tertekan, merasa sangat bodoh dan was-was akan sangsi yang akan diterimanya.  Semuanya itlah yang membuat anak kabur dari bangku sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana penanganannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila situasi rumah yang menjadi pemicunya kepergiannya, maka sudah seharusnya orang tua menciptakan kedamaian dirumah, jauhkan dari keributan dan pertengkaran antar anggauta keluarga.&lt;br /&gt;Bila situasi sekolah yang menjadi pangkal permasalahannya, hendaknya guru-guru instropeksi diri tentang cara pengajaran yag manuju arah metode yang bisa diterima oleh anak didiknya.  Selaraska metode belajar dengan kebutuan hidup secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Tidak Menerima Kenyataan.&lt;br /&gt;Bisa juga jiwa si anak tidak mau menerima kenyataan hidup, ia memimpikan kehidupan yang serba enak, makanan lezat dan segala kebutuhan selalu terpenuhi.  Ia kabur dari rumah dengan harapan bahwa, diluar rumah bisa makan kenyang walaupun harus dengan berbagai cara yang ditempuhnya.&lt;br /&gt;Orang tua perlu memperhatikan masalah ini.  Berikan kepada anak-anak yang menjadi kebutuhannya, walaupun dalam bentuk yang sederhana.  Dalam problem seperti ini pun pemerintah berkewajiban memberikan santunan kepada keluarga yang belum mampu.  Sebab merekapun termasuk unsur masyarakat yang penting juga.  Jika mereka baik akan membawa dampak sosial yang baik juga.  Sebaliknya jika kaun dhuafa rusak, akan mengganggu setabilitas sosial yang lebih parah lagi.&lt;br /&gt;Alangkah indahnya yang telah dipraktekkan olah Islam, dengan membangun lembaga pengumpulan dana untuk khusus bagi anak-anak miskin.  Nampaknya anggaran negara tidak memberi bagian untuk penyantunan anak-anak miskin secara memadai.  Ini perlu dicarikan jalan keluarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-3321975097048130191?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/3321975097048130191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/3321975097048130191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-kabur-dari-rumah.html' title='TERAPI ANAK KABUR DARI RUMAH'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-4139334953262178696</id><published>2009-05-02T13:04:00.004+07:00</published><updated>2009-05-16T09:02:42.198+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK PEKA ( SENSITIVE ) TERHADAP SEX</title><content type='html'>ARTIKEL TERAPI ANAK PEKA TERHADAP SEX DALAM PENYUSUNAN, MOHON MAAF.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-4139334953262178696?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/4139334953262178696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/4139334953262178696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/peka-sensitive-terhadap-sex.html' title='TERAPI ANAK PEKA ( SENSITIVE ) TERHADAP SEX'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-578739007360077491</id><published>2009-05-02T13:03:00.004+07:00</published><updated>2009-06-27T10:11:14.270+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK OVER-ACTIVE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebagian anak yang membuat pusing orang tuanya, karena tikah lakunya over active.  Anak yang bergerak secara berlebihan seperti itu suka merusak mainan, setiap benda dibongkar dan dikacaukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa penyebabnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Bergerak, bermain dan rasa selalu ingin tahu memang naluri setiap anak.  Karena rasa keingintahuannya inilah yang menyebabkan ia suka membongkar, mengotak-atik dan menyusun atau menata-nata.  Ini sebuah kewajaran, suatu sifat yang diberikan pada jiwa anak-anak.  Sayangnya banyak orang tua yang tidak memahaminya.&lt;br /&gt;Kita sering menyaksikan anak takjub pada suara detak jam.  matanya terus melotot, ekpresinya menampilkan wajah penasarannya, lalu arlogi itu dibongkarnya kemudian berusaha dirakitnya kembali.  Tentu saja arloji tersebut menjadi rusak.  Seorang ayah yang bijaksana tidak akan marah melihat tikah polah anaknya yang demikian itu, bahkan memberikan peluang si anak mengembangkan daya nalamnya secara memadahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara mengatasinya ?&lt;br /&gt;Belikan mainan-mainan yang mirip barang asli, sehingga bisa dibongkarnya maupun diotak-atiknya tanpa kita orang tua menjadi rugi besar.  Mainan yang bisa dibongkar pasang sangat menunjang pengembangan daya mekanik akal si anak.  Lebih baik lagi sediakan arena bermain secara khusus, supaya mereka tidak beralih pada perabotan rumah yang lain, yang ada didalam rumah.&lt;br /&gt;Tindakan menghukum dan melarang menjamah barang-barang yang menjadi perhatiannya, merupakan kesalahan yang sangat besar bagi orang tua.  Jika Anda membelenggunya justru mereka akan mengacak-acak barang-barang yang berada di dalam rumah.  Disamping itu akan membelenggu daya kreativitas anak yang mungkin punya bakat sebagai penemu maupaun pemikir.  Bisa juga membuat si anak mempunyai tekanan batin sehingga anak mengalami problema mental yang amat besar.&lt;br /&gt;Mainan robot-robotan, kotak-kotak plastik maupun kayu ataupun kerajinan tangan lainnya dapatb menjadi media yang baik bagi pengembangan mental si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Kompensasi Dari Rasa Cemburu.&lt;br /&gt;Ada kalanya pengrusakan barang yang dilakukan si anak bukan karena rasa keingintahuannya, melainkan dari rasa "dendam" nya karena rasa cemburunya terhadap adiknya atau yang lebih dimanja oleh orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Gejala Kejiwaan Yang Tak Wajar.&lt;br /&gt;Bisa juga Over Active seorang anak bukan karena rasa cemburunya, tertekan, dendam dan naluri keingintahuannya, tetapi bisa juga disebabkan oleh suatu gejala kejiwaan yang tidak wajar.  Bila inilah penyebabnya maka orang tua harus segera berkonsultasi pada psikiater anak-anak.@@@@@&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-578739007360077491?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/578739007360077491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/578739007360077491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-over-active.html' title='TERAPI ANAK OVER-ACTIVE'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-4134787851125392414</id><published>2009-05-02T13:03:00.001+07:00</published><updated>2009-05-16T09:06:08.967+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK EGOIS</title><content type='html'>ARTIKEL TERAPI ANAK EGOIS DALAM PENYUSUNAN, MOHON MAAF.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-4134787851125392414?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/4134787851125392414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/4134787851125392414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-egois.html' title='TERAPI ANAK EGOIS'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-2585294078995643031</id><published>2009-05-02T13:02:00.005+07:00</published><updated>2009-06-27T10:12:16.668+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK PENGHISAP JARI DAN PENGGIGIT KUKU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menghisap jari dan menggigit kuku merupakan kebiasaan yang jelek karena kuman-kuman dapat masuk ketubuh.  Disamping itu dapat merusak kerapian gigi dan rahang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa anak-anakkecil suka melakukan kebiasaan ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berpendapat bahwa kebiasaan menghisap jari merupakan tanda perkembangan akal yang lamban, sedang menggigit jari pertanda terkurasnya energi atau lemahnya tubuh si anak karena kurang tidur.  Apa sebab-sebab yang lain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Kurang Kasih Sayang&lt;br /&gt;Para psikolog berpendapat bahwa kebiasaan anak kecil menghisap jari dan menggigit kuku disebabkan kurangnya cita kasih dan perhatian orang tua.  Untuk menanggulanginya tentu saja orang tua harus memberikan cinta dan perhatian yang hangat kepada anak, sehingga tahap demi tahapkebiasaan yang tak sehat tersebut bisa dilenyapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Idem Dengan Sebab-sebab Anak Bikin Kegaduhan&lt;br /&gt;Gigit kuku dan menghisap jari, sebab-musababnya sama dengan anak yang suka membuat kegaduhan dirumah.  Mereka tahu bahwa ulahnya itu membuat jengkel orang tuanya, tetapi sengaja mereka lakukan untuk mencari perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Cemburu dan Iri Hati&lt;br /&gt;Terapi sebab-musabab perasaan cemburu dan iri hati sudah dibahas pada bab sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli kejiwaan menjelaskanlebih lanjut bahwa kebiasaan anak menghisap jari disebabkan masalah kejiwaan bisa juga karena pembawaan.  Apapun sebabnya dan betapapun sulitnya, perilaku seperti itu harus segera dihentikan.  Orang tua harus secara sungguh-sungguh melatih si anak untuk bisa meninggalkan sedikit demi sedikit kebiasaanya.  Jangan terlalu memaksa, beri perhatian dan kelembutan sampai anak tidak suka memasukkan jari-jarinya ke mulut.@@@&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-2585294078995643031?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/2585294078995643031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/2585294078995643031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/menghisap-jari-dan-menggigit-kuku.html' title='TERAPI ANAK PENGHISAP JARI DAN PENGGIGIT KUKU'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-5259398266449057371</id><published>2009-05-02T13:02:00.004+07:00</published><updated>2009-06-27T10:11:54.490+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK EMOSIONAL ( PEMARAH )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Emosi adalah merupakan gejala kejiwaan yang tidak bisa diredam seketika.  Emosi dapat dikendalikan dengan jalan menahan diri dan menguasainya.  Penguasaan diri sebaiknya dilatihkan orang tua pada anak, sebab ini penanganan yang paling tepat.  Tidak mungkin ayah dan ibunya bisa menghentikan denganb mengandalkan kekuatannya.  Emosi yang dikendalikan dari dalam diri adalah yang paling bagus, sedang pengendalian dari luar justru membuat anak jadi tertekan dan jiwanya bergolak, bisa-bisa kepribadiannya pecah.  Karena itu orang tua harus berhati-hati.  Buatlah si anak mampu mengerem sendiri semua gejolak yang menyerang jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa anak bersifat emosional ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak akan berontak sebagai pelampiasannya terhadap larangan-larangan orang tuanya.  MIsalnya anak yang dilarang bmain, anak pasti akan berontak.  Suka bermain adalah sifat anak, yang fitrah.  Orang tua dan para guru harus peka memperhatikan masalah ini.  Jangan suka melarang anak untuk tidak bermain sepanjang itu tidak membahayakan dirinya.  Arena yang membahayakan bisa dialihkan dengan kegiatan yang mengandung tantangan tapi mempunyai nilai pendidikan yang bagus.  Hal ini juga telah kami paparkan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa Penyebab Emosional Anak ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak faktor yang menyebabkan anak menjadi emosional, antara lain ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Iri Hati Dan Cemburu.&lt;br /&gt;Orang tua yang tidak menunjukan kasih sayang dan perhatian yang sama terhadap anak-anaknya dapat memicu kecemburuan anak.  Perlakuan yang tidak adil akan memercikan amarah seorang kakak terhadap adiknya atau sebaliknya.  Agama memberikan perintah agar dalam membewri sesuatu, orang tua harus bersikap adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Keusilan Saudara Atau Temannya.&lt;br /&gt;Keusilan saudara atau temen-temannya akan membuat si anak marah-marah.  Agar tidak terjadi keributan yang lebih lanjut, sebaiknya ia dipisahkan dengan teman-temannya yang suka menganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Meniru Sikap Ayah - Ibunya.&lt;br /&gt;Orang tua yang emosional secara otomatis membawa ke arah sifat yang sama.  Menahan diri dan berakhklan sabar merupakan akhklak yang harus diteladankan orang tua terhadap anak-anaknya sebagai suatu pengajaran akhklak dan kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Beban Melebihi Kapasitas.&lt;br /&gt;Jangan memberi tugas yang melampaui batas pada buah hati Anda.  Tidak akan menghasilkan sesuatupun kecuali ketidaktaatan semata.  Marah yang berlebihan akan menyebabkan timbulnya penyakit jantung dan hipertensi.&lt;br /&gt;Jika anak menangis yang berlebihan, dengan "kelosotan di lantai", lalu mencakari muka dan tubuhnya, "demonstrasi" semacam ini harus segera dihentikan.  Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kejiwaan anak.  Car ini sangat baik dalam mengatasi putra-putri Anda secara tepat.&lt;br /&gt;Ada kalanya, marah sambil menangis itu merupakan cara dia untuk merajuk agar yang diinginkannya terraih.  Kita harus waspada, merajuk seperti itu tidaklah selalu kita toleransi.  Dengan tidak selalu menuruti rengekkannya, maka sifat merajuk seperti itu akan berhenti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Walaupun watak marah itu tidak bagus, tati jangan dipadamkan sama sekali.  Amarah sebagai gejala kejiwaan yang umum tetap dibutuhkan oleh manusia.  Penanganan yang baik adalah dengan melatih si anak mengendalikan diri agar tidak berlebih-lebihan.  Bahkan jika anak kita memiliki temperament seperti itu, kita dapat menyalurkannya ke fungsi-fungsi yang tepat, misalnya ;  untuk membela kehormatan diri dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Waspadalah kalian terhadap amarah, sesungguhnya ia adalah bara api yang menyala di hati keturunan Adam.  Tidaklah Anda melihat kepada seseorang diantara kamu bila ia marah bagaimana matanya menjadi merah dan urat-urat lehernya tegang.  Dan bila seseorang akan marah, hendaklah berbaring atau menempelkan dirinya ke tanah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@@@@@&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-5259398266449057371?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/5259398266449057371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/5259398266449057371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-emosional-pemarah.html' title='TERAPI ANAK EMOSIONAL ( PEMARAH )'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-8167721137644574561</id><published>2009-05-02T13:01:00.003+07:00</published><updated>2009-06-27T10:13:16.222+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK YANG AKTIF</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian orang menganggap bahwa anak yang aktif memiliki suatu kelainan.  Anak yang baik menurut mereka adalah yang anteng ( pendiam ), tidak banyak bermain dan tidak banyak menutut.  Sangkaan seperti ini adalah salah besar dan perlu dirubah.&lt;br /&gt;Memang seorang anak suka gerak dan membuat isi rumah berantakan, menjadi ribut dan amburadul.  Mainan berserakan dimana-mana, perabotan rumah banyak yang pecah, suasananyapun menjadi gaduh dan bising oleh suara celoteh, jeritan dan mainannya mereka, tetapi itu bukan kejelekan.&lt;br /&gt;Pada saat usia anak-anak, gerak dan aktivitas adalah kebutuhan yang mendasar.  Aktifitasnya bermain justru akan memperlancar peredaran darah dan memperkuat otot-ototnya dan tulang sendinya.  Itu sangat baik bagi pertumbuhan fisik dan mentalnya.  Tubuhnya menjadi kuat dan jiwanya menjadi riang.&lt;br /&gt;Dahulu rumah-rumah kita mempunyai halaman yang luas-luas, disamping rumah, masih ada lahan sisa pekarangan dengan pohon yang rindang-rindang oleh pepohonan yang indah.  Halaman yang luas membuat anak bisa bergwerak kesana kemari tanpa ada rasa tertekan.  Tetapi coba kita lihat pada saat sekarang ini, rumah-rumah dibangan ala negara Barat yang tidak menyisakan pekarangan yang luas sebagai tempat bermain anak-anak.  KOndidi demikian membuat mereka sangat tertekan, karena naluri bermainnya tidak tersalurkan.  Akhirnya anak-anak membuat kegaduhan di dalam rumah yang tentu saja membuat gangguan ketenangan, kerapian rumah yang telah ditata dengan susah payah.  Sebagai tempat menyalurkan naluri geraknya, anak-anak pun bermain badminton di gang-gang sempit, sepak bola dan sebagainya yang tentu saja sangat berbahaya, karena jalan tersebut sebagai tempat lalu-lalang orang-orang yang lewat dan juga kendaraan.  adahal disatu sisi melarang anak-anak bermain sama halnya membelenggu naluri kekanakannya sehingga fisiknya menjadi lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa solusi yang paling tepat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat baik jika kita menyisakan ruang atau halaman untuk bermain si anak dan supaya bisa bergerak secara leluasa.  Sediakan ala-alat bermain yang bisa membuat anak bergerak secara leluasa, supaya tidak "ekspansi" ke ruangan lain yang bisa merusak karapian, ketenangan dan perabotan rumah.&lt;br /&gt;Jadi, jika anak Anda aktif, banyak bergerak dan suka bermain, maka bergemberilah.  Itu merupakan tanda-tanda kenormalan.  Sebaliknya jiga putra-putri Anda lamban bergerak, suka malah, suka diam dan tidak kreatif, maka itu adalahg tanda-tanda ketidakwajaran dan harus segera diperiksakan kedokter.  Anak yang dibatasi geraknya akan bersikap apatis, jiwanya tidak normal, semangatnya mati, malas dan tak bertenaga. @@@&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-8167721137644574561?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/8167721137644574561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/8167721137644574561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-yang-aktif.html' title='TERAPI ANAK YANG AKTIF'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-5891423142146298330</id><published>2009-05-02T13:01:00.002+07:00</published><updated>2009-05-16T09:09:47.897+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK TERLAMBAT TIDUR</title><content type='html'>ARTIKEL TERAPI ANAK TERLAMBAT TIDUR DALAM PENYUSUNAN, MOHON MAAF.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-5891423142146298330?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/5891423142146298330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/5891423142146298330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-terlambat-tidur.html' title='TERAPI ANAK TERLAMBAT TIDUR'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-932555268309879644</id><published>2009-05-02T13:00:00.003+07:00</published><updated>2009-06-27T10:13:43.377+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK TERBELAKANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak terbelakang adalah anak yang tidak mampu berbuat sebagaimana anak-anak seusianya yang normal.  Kepribadiannya lemah dan tidak percaya diri.  Cara berpikirnya lamban, gerakannya tak seimbang gagu, emosional dan jiwanyapun labil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bisa terjadi demikian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Tua yang suka mengkritik secara tajam, suka mencemoof, melecehkan, menghujani cacian dan cambukan, membuat seorang anak merasa tertekan.  Sikap orang rua seperti ini patut disesali.  Mereka terlalu menuntut si anak seolah-olah tidak boleh melakukan kesalahan sama sekali dan dituntut untuk berbuat sempurna dalam segala hal.&lt;br /&gt;Ucapan-ucapan yang menyakitkan itu misalnya ; "Kamu anak bodoh, gagal dan berantakan tidak seperti adikmu dan kakakmu ! Atau "Mengapa Engkau tidak seperti Si A, Si B, ...", dan sebagainya.&lt;br /&gt;Kecaman-kecaman seperti itu akan meyakitkan hati si anak dam membuatnya kehilangan rasa percaya diri.  Anak yang terlalu didikte, maka jiwanya akan beku.  Jiwa seorang anak itu sangat perasa, semua perkataan yang melukai harga dirinya akan mengean secara mendalam dalam jiwa dan memorinya.&lt;br /&gt;Yang dibutuhkan oleh anak-anak adalah dorongan dan bimbingan secara terus-menerus hingga menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat.  Jangan dipatahkan jika ia membuat kesalahan, tetapi motivasilah.  Katakan bahwa kesalahan adalah pengalaman menuju kebenaran.&lt;br /&gt;Kadang-kadang yang memperlakukan secara menyakitkan hati si anak bukan hanya ibu atau bapaknya, tetapi juga saudara-saudaranya yang lainnya, demi memperoleh perhatian yang lebih banyak lagi dari orang tuanya.  Jika terjadi kondisi seperti ini orang tua harus segera melerai dan meluruskan. @@@#&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-932555268309879644?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/932555268309879644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/932555268309879644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-terbelakang.html' title='TERAPI ANAK TERBELAKANG'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-796887700480679656</id><published>2009-05-02T13:00:00.002+07:00</published><updated>2009-05-16T09:11:15.876+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK MALAS SHALAT</title><content type='html'>ARTIKEL TERAPI ANAK YANG MALAS SHALAT DALAM PENYUSUNAN, MOHON MAAF.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-796887700480679656?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/796887700480679656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/796887700480679656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-malas-shalat.html' title='TERAPI ANAK MALAS SHALAT'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-1250261842552506374</id><published>2009-05-02T12:59:00.003+07:00</published><updated>2009-06-27T10:14:10.413+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK SUKA MENGOMPOL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak-anak suka ngompol saat tidur.  Mereka tidak merasa bahwa pada waktu tidur ia kencing di tempat tidur.  Apa yang menjadi penyebabnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Bisa karena ada penyakit di dalam tubuhnya, misalnya ; infeksi saluran kencing, kondisi keasaman air seni, makanan yang kurang bergizi, anemia, gejala psikhis dan lain sebagainya.Karena itu jika anak ngompol sampai kelewat batas dan terus-terusan, perlu diperiksakan ke dokter.  Bisa juga penyebabnya itu adalah si anak tidak dapat buang air besar.  Cairan-cairan yang tidak terpakai lalu mengumpul, sehingga menambah air kencing yang tidak tertahankan olaeh si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Si anak terlalu banyak makan makanan yang berkuah atau mengandung air menjelang tidurnya.  Sebaiknya si ibu bisa mengurangi kebiasaan ini dan melatih si anak kencing dahulu sebelum barangkat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Untuk Mencari Perhatian&lt;br /&gt;Jika si ibu terlalu dekat dengan adiknya, ia kan cemburu.  Untuk mencapai perhatiannya, lalu ia mengompol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Dongeng Yang Menakutkan&lt;br /&gt;Dongeng seram yang diceritakan sebagai pengiring tidur, membuat anak terbawa secara emosional.  Rasa takutnya itu diwujudkanya dengan mengompol.&lt;br /&gt;Ngompol bisa  merupakan tanda kejiwaan si anak yang sangat kompleks.  Orang tua harus tanggap untuk meneliti penyebab-penyebabnya sehingga dapat mengatasi secara tepat.  Jangan Anda memarahi anak-anak yang suka mengompol.  Tanyailah dengan kelemah-lembutan seorang ibu, mengapa ia mengompol ?  Sikap yang bijaksana seperti ini dapat membantu penyembuhan mengompolnya.  Beri pujian bila ia tidak mengompol. @@@&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-1250261842552506374?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/1250261842552506374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/1250261842552506374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-suka-mengompol.html' title='TERAPI ANAK SUKA MENGOMPOL'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-5923827773840012026</id><published>2009-05-02T12:59:00.001+07:00</published><updated>2009-05-16T09:13:03.155+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK PENCEMBURU</title><content type='html'>ARTIKEL TERAPI ANAK PENCEMBURU DALAM PENYUSUNAN, MOHON MAAF.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-5923827773840012026?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/5923827773840012026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/5923827773840012026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-pencemburu.html' title='TERAPI ANAK PENCEMBURU'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-5904521067725491519</id><published>2009-05-02T12:58:00.001+07:00</published><updated>2009-06-27T10:14:44.878+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK TIDAK NAFSU MAKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak sering ogah-ogahan makan.  Nampak tidak memiliki nafsu makan.  Bila ini dibiarkan maka akan mempengaruhi kesehatannya.  Bila mendapati kondisi anak Anda demikian, maka Anda harus memperhatikan hal-hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Memeriksakan anak ke seorang dokter untuk membuat si anak memiliki gairah makan dan mengantisipasinya dari berbagai penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Jangan membuat anak statis, biarkan ia bermain, bergerak di alam terbuka yang memiliki udara segar dan pemandangan indah, terutama jika rumah Anda tidak luas, anak-anak perlu diajak jalan-jalan ke kebun atau desa yang tidak jauh dari tempat tinggal Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Jangan terlalu memaksa anak memakan sesuatu yang tidak ia suka atau tidak doyan.  Pilihkan makanan yang bergizi lainnya yang ia sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Suasana makan bersama harus dibuat senyaman dan sesering mungkin.  Jangan membawa problematika keluarga ke dalam meja makan, ini akan membuat nafsu makan menjadi lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Mungkin keengganan anak menyantap makanan kerena sedang jengkel pada ibu atau ayahnya.  Mungkin juga menuntut makanan sesuatu keinginannya.  Jika ia merajuk seperti itu, jangan dituruti.  Biarkan saja.  Sebab kalau perutnya lapar, toh akan makan juga dengan masakan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Jika si anak telah lelah berjalan, tak ayal, ia enggan makan nasi.  Sekarang ini banyak jenis makanan anak-anak dibuat dalam berbagai rasa dan kemasan yang menarik.  Berbagai jenis permen, snack, roti dan kue-kue yang dijajakan di semua toko mendorong anak suka jajan.  Jika cemilan-cemilan itu lebih dominan, ia pun enggan makan makanan pokok.  Si ibu harus pandai mengatur pola makan bagi putra-putrinya berdasarkan pola makan yang sehat, dalam perkembangan dan pertumbuhan anak yang sehat jangan kalah dengan rengekan mereka, karena akibatnya akan buruk. @@@&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-5904521067725491519?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/5904521067725491519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/5904521067725491519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-tidak-nafsu-makan.html' title='TERAPI ANAK TIDAK NAFSU MAKAN'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-4005541869962099651</id><published>2009-05-02T12:57:00.005+07:00</published><updated>2009-06-27T10:15:36.531+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK PEMALAS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak pemalas janganlah ditangani secara keliru.  Menghukum dan menghina bukan cara pengubahan yang tepat, bahkan mungkin membuat anak jadi minder dan kurang percaya diri.  Kepribadiannyapun menjadi lamban.  Anak pemalas membutuhkan perhatian dan therapi yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa penyebab anak manjadi pemalas ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Penyakit Anemia ( kurang darah )&lt;br /&gt;Jika melihat kondisi anak Anda lesu, kurang bergairah dan malas makan, lekas periksakan ke dokter untuk mendapatkan penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Cara Mendidik Ynag Salah&lt;br /&gt;Cara mendidik yang keras ( otoriter ) dan mengancam, membuat otak anak menjadi tumpul.  Akibatnya anak tidak tanggap terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Dimanjakan&lt;br /&gt;Kasih sayang ibu dan ayah yangb berlebihan, membuat perasaan anak menjadi tumpul, tidak mau mengerti orang lain, tidak memiliki jiwa toleransi dan acuh tak acuh terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Cara Pengajaran Di Sekolah Yang Pasif&lt;br /&gt;Metode pengajaran yang teks books, pasif, membuat anak tidak kreatif dan tampak malas.  Juga mata pelajaran yangb terlalu padat dan paksaan menmbuat anak merasa sangat berat dan enggan.  Dalam mengajar hendaknya disertakan rasa kasih sayang guru.  Kasih sayang adalah kebutuhan utama seorangb anak seperti halnya makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Keacuhan Orang Tua&lt;br /&gt;Kedua orang tua tidak berpartisipasi saat si anak pertama kali masuk sekolah, padahal sesuatu yang baru amat membingungkan bagi anak kecil.  Karena itu keterlibatan orang tua, terutama ibu, sangat membantu si kecil memasuki dunia barunya.  Jika ayah dan ibunya tidak sempat mengantar dan menungguinya, bisa digantikan oleh anggouta keluarga yang lain atau pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Rumah Yang Tidak Rapi&lt;br /&gt;Kondisi rumah yang semrawut, tidak bersih dan tidak rapi, membuat konsentrasi belajar si anak menjadi terganggu.  Pikirannya tidak menjadi jernih dan pada akhirnya tidak bergairah saat hendak pergi ke sekolah. @@@&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-4005541869962099651?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/4005541869962099651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/4005541869962099651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-pemalas.html' title='TERAPI ANAK PEMALAS'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-8908578636176818563</id><published>2009-05-02T12:57:00.004+07:00</published><updated>2009-06-27T10:15:12.899+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK PEMBERONTAK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa penyebab yang perlu dicermati, mengapa sianak menjadi pemberontak, yakni ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Terlalu Banyak Tugas Yang Tidak Mampu Dipenuhi Si Anak&lt;br /&gt;Beban yang menekan ini membuat si anak berontak.  Untuk melerainya kita dapat memberi bahwa tugas-tugas yang harus dilaksanakannya itu sangat bermanfaat baginya jika ditunaikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Kedua Orang Tua Tidak Dalam Satu Sikap&lt;br /&gt;Jika si ayah memerintah si anak harus begini maka si ibu pun harus satu sikap.  Per5bedaan sikap antara ayah dan ibu dalam menghadapi anak, membuat anak menjadi pemberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Seorang Pakar Pendidikan Berkata ;&lt;br /&gt;Pemberontakan si anak merupakan suatu ungkapan pembelaan diri terhadap orangb tuanya, walaupun itu tidak proposional.  Pemberontakan anak bisa juga muncul dari kondisi anak yang keletihan yang membuat emosinya tidak stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Penampilan Pendidik Yang Tidak Berwibawa&lt;br /&gt;Performance ( penampilan ) seorang pendidik yang tidak kharismatik, membuat anak-anak menjadi enggan kepadanya.  Seringnya orang tua menekan dan menyuruh sianak berdasarkan ambisinya sendiri merupakan salah satu faktor penyebab si anak menjadi pemberontak dan suka melawan.&lt;br /&gt;Orang tua wajib membenahi kondisi tersebut, dengan merubah sikapnya yang salah.  mulailah dengan tidak memerintah dan menyuruh melakukan sesuatu yang tidak sanggup dilaksanakannya.  Jika si anak tetap bendel, menolak perintah, janganlah orang tua mudah menyerah.  Selesaikan dengan memberi nasihat bahwa sikap kerasnya itu tidak bermanfaat, beri pengertian pula bahwa menyampaikan keinginan harus dilakukan dengan sikap yang tenang dan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Memerintah Dengan Cara Mendesak&lt;br /&gt;Jika Anda menuntut si anak segera melaksanakan perintah-perintah Anda, hasilnya bukan terpenuhinya perintah tersebut, tetapin justru sebaliknya, anak akan memberontak.  Maka tindakan mengalah kadang-kadang lebih bijaksana.  Beri anak-anak kemerdekaan dalam berkehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Sikap Orang Tua Tidak Adil&lt;br /&gt;Sikap membedakan antara anak yang satu dengan yang lain, bisa menumbuhkan rasa iri dan rasa dendam.  Pada akhirnya membuat mereka suka membangkang, memberontaj dan bengal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Sikap Kaku Orang Tua&lt;br /&gt;Munculnya pembangkangan dan pemberontakan seorang anak bisa pula disebabkan sikap orang tua yang kaku, keras dan tak mau kompromi.  Padahal jika dilakukan dengan lunak, lembut dan bijak maka akan lebih baik hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Over Protective ( perlindungan Yang berlebihan )&lt;br /&gt;Ibu-ibu sering dihinggapi rasa was-was yang berlebihan atas putra-putrinya.  Takut kalau jatuh dari pohon, hanyut dikali dan lain sebagainya, sehingga anak-anaknya dikurung di dalam rumah dengan pengawasan yang terus menerus.  Cobalah anak-anak mengenal alam dan memberikan kebebasan bermain di alam terbuka. @@@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERAPI KEPRIBADIAN BERAGAMA ANAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama memiliki kemampuan dalam pengarahan terhadap manusia. Kahidupan kita akan lumpuh jika jiwa kita dikuasai oleh hawa nafsu belaka. Seorang folosof berkata ; "Manusia tanpa keyakinan ( agama ) sangat berbahaya bagi dirinya sendiri dan masyarakat." Bagaimana cara kita membentuk akidah pada diri anak-anak kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga tahap, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Pemahaman dan Pengawasan&lt;br /&gt;Dengan pemahaman akan terbentuklah alam pemikiran si anak tentang akidah. Kita menjelaskan batapa pentingnya keyakinan itu bagi kehidupan setip manusia. Kita arahkan mereka untuk menyaksikan gejala-gejala alam, lalu kita bwa kedalam alam keimanan tentang dzat Allah dan sifat Maha Agungnya. Kita tanamkan pada diri si anak bahwa, meremehkan dan mengabaikan keimanan itu tidaklah masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Menumbuhkan Rasa Cinta Terhadap Allah.&lt;br /&gt;Kita dapat mengarahkan jiwa si anak kepada akidah yang kokoh dengan jalan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, bahwa betapa Allah telh memberi kenikmatan-kenikmatan yng tak terhingga dan tiada tara kepada setiap menusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Membina Keberagamaan Secara Ajeg ( countinue )&lt;br /&gt;Dengan kegiatan yang bernuansa agama secara ajeg, kita dapat mengarahkan keyakinan anak kita kepada keyakinan yang kokoh. Kita bina dengan secara terus-menerus, maka akan menancaplah akidah tersebut dalam kalbu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa contoh mengenai ini, misalnya kita tunjukan tentang keajaiban alam sebagai ciptaan Allah, betapa menakjubkan sistem yang diterapkan-Nya, teratur dan cermat. Setelah itu kita bawa pikirn mereka kepada dzat Allah, selanjutny kit tunjukkan pada setiap penampakan Maha Kasihnya Allah, Maha Murah Hati, Maha Agung dan seterusnya. Kita bisa menyebutkan segala kenikmatan dan kebaikan yang akan diterima oleh orang-orang mukmin dan shaleh pada hari kiamat kelak.&lt;br /&gt;Tahap berikutnya kita motifasi anak-anak untuk berbuat dan melakukan hal-hal yang dapat menguatkan akidah hingga perbuatan itu menjadi suatu kebiasaan yang menetap. Tahap pertama dalam pengokohan iman ini adalah menjauhkan anak dari sikap ragu dan bimbang terhadap Allah. Kita bimbing mereka dengan penuh kesabaran sampai keimanan itu tetanam kokoh. @@@@@&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-8908578636176818563?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/8908578636176818563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/8908578636176818563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-pemberontak.html' title='TERAPI ANAK PEMBERONTAK'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-3183656076383314410</id><published>2009-05-02T12:55:00.001+07:00</published><updated>2009-06-27T10:16:04.777+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK SUKA MENCURI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesukaan mencuri dapat disebabkan banyak faktor, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Keinginan Anak Yang Sangat Kuat&lt;br /&gt;Jika anak menginginkan sesuatu yang sangat kuat dan ia merasa sanagt membutuhkannya, maka orang tua harus bisa menjamin terpenuhinya tututan itu.  Jangan terlalu pelit dan kikir terhadap anak, sebab akan mendorong pada sikap suka mencuri.  Jika ini terjadi, tidak ayal krisis akhlak akan menghinggapi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Terpengaruh Bacaan dan Televisi.&lt;br /&gt;Kisah-kisah detektif dalam buku cerita anak-anak, juga film-film sejenis, membuat anak terobsesi menirukan hal serupa.  Mereka membuat "Geng-geng", lalu menyerbu ke "Geng" lainnya.  Sebaiknya anak-anak dialihkan kepada aktivitas yang positif, misalnya Kepramukaan, wisata-siswa atau club-club olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Terbawa Lingkungan.&lt;br /&gt;Jika ayahnya atau ibunya, kawan tetangganya berwatak pencuri, maka agar tidak terjebak dalam Millieu yang buruk ini, makaanak-anak harus segera dipindahkan ke lingkungan yang aman dan tertib.  Jika tidak, maka akan terbawa arus lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Iri Dan Dendam.&lt;br /&gt;Banyak anak-anak mencuri hanya untuk mengganggu kawan-kawannya.  Memberi nasihat dan pengarahan mana yang baik dan mana yang buruk terhadap anak, penting sekali menangani masalah ini.  Juga mengarahkan mereka untuk saling berkasih sayang dan tolong menolong dengan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Tidak Tahu Batas Hak.&lt;br /&gt;Kebanyakan penyebab pencurian di kalangan anak-anak karena naluri ingin memiliki, tanpa mengerti batas hak antara milik sendiri dan milik orang lain.  Mereka mgambil apasaja yang dilihatnya.&lt;br /&gt;Menjadi tanggung jawab orang tua dan para guru di sekolah untuk memberitahu tentang hak orang lain dan menghormatinya.  Jika suatu saat mengambail milik temannya laki suruhlah untuk mengembalikan.&lt;br /&gt;Di dalam rumahpun orang tua harus mengajarkan kepada anak-anak untuk menghotmati barang milik kakaknya dan adiknya.  Jika ia membutuhkannya harus dengan meminjam atau atas ijin pemiliknya.&lt;br /&gt;Mencuri itu banyak jenisnya.  Mencuri mainan sifatnya lain dengan mencuri kue atau makanan.  Betapapun sepelenya barang yang dicuri, kita harus cepat-cepat mencegah dan merubah akhlak tersebut agar tidak lebih berkembang.&lt;br /&gt;Ayah/ibu yang memergoki anaknya mencuri sesuatu, sering menyesali anaknya, karena tidak menjaga nama baik keluarga.  Tindakan semacam ini tidaklah tepat, bahkan akan berdampak buruk bagi anaknya.  Tindakan paling tepat adalah merubah mellieu si anak dan memmindahkan ke sekolah atau lingkungan lain. ###&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-3183656076383314410?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/3183656076383314410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/3183656076383314410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/05/anak-suka-mencuri.html' title='TERAPI ANAK SUKA MENCURI'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-1069854565474300663</id><published>2009-05-01T11:58:00.001+07:00</published><updated>2009-06-27T10:16:26.736+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK PEMBOHONG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bohong merupakar akhlak yang sangat tercela dan sumber kejahatan.  Para orang tua wajib melindungi anak-anak mereka dari perbuatan buruk ini sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa anak suka berbohong ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin disebabkan oleh hal-hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Watak Kaku Orang Tua&lt;br /&gt;Sikap orang tua yang keras dan watak yang kaku dalam menerapkan prinsip dan kedisiplinan, membuat anak terpaksa melakukan kebohongan demi kebohongan.  Ini merupakan jalan penyelamatan baginya dari amarah dan hukuman ayah dan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Orang Tua Suka Berbohong&lt;br /&gt;Orang tua seperti ini sangat potensial memproduksi anak-anak pembohong berkaliber tinggi.  Walaupun ia berusaha menasihati putra-putrinya untuk tidak berdusta, nasihatnya tersebut tidak akan digubris.  Sebab asas pendidikan adalah keteladanan.&lt;br /&gt;Jika Anda sebagai orang tua memberi nasihat dan petuah bahwa berbohong adalah salah satu dosa, lalu ditengah memberi " wejangan " terdengar ketukan pintu kemudian Anda berpesan pada si anak : "jika si A datang katakan bahwa ayah tidak dirumah", maka nasihatnya tersebut akan mubazir, sia-sia belaka dan tak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Untuk Kompensasi Si Anak&lt;br /&gt;Si anak memiliki kekurangan tertentu, lalu ia mengkompensasi dengan berbohong tentang dirinya.  Misalnya ia berkhayal menjadi Power Ranger, menjadi Superman dan sebagainya untuk menutupi rasa penakutnya dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Si Anak Ingin Dipuji&lt;br /&gt;Mungkin karena ingin menunjukan kemampuannya si anak berulah agar dipuji dan disanjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Anak Banyak Menerima Kisah-kisah Bohong&lt;br /&gt;Para guru dan orang tua sering memberikan dongeng-dongeng khayal yang sama sekali tidak mengandung i'tibar.  Akibatnya image si anak penuh khayalan kosong.  Padahal kisah-kisah keteladanan banyak terdapat dalam Al-Qur'an.  Sebaiknya para guru dan orang tua sangat selektif dalam memilih cerita-cerita dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Berimajinasi&lt;br /&gt;Daya imajinasi pada usia kanak-kanak tumbuh sangat subur.  Mereka suka bercerita secara imajinatif bahwa dirinya telah melihat sesuatu yang anah di suatu tempat, bertemu tokoh idola, pahlawan pujaan dan sebagainya.  Ia menceritakannya seolah-olah sedang mimpi, tak mampu membedakan antara dunia nyata dan fantasi.&lt;br /&gt;Kita, orang tua, bagaimanapun harus menuntun mereka agar bisa membedakan dunia nyata dengan yang tidak nyata, lewat nasihat dan pelatihan-pelatihan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-1069854565474300663?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/1069854565474300663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/1069854565474300663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/04/anak-pembohong.html' title='TERAPI ANAK PEMBOHONG'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-7036504594949038892</id><published>2009-04-30T11:53:00.001+07:00</published><updated>2009-06-27T10:17:02.088+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK PENAKUT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasa takut yang berlebihan dapat membuat perkembangan kepribadian dan kejiwaan seseorang anak sangat buruk, bahkan dapat membuatnya lemah mental dan diliputi krisis kepribadian yang lain.  Padahal kehidupan ini membutuhkan ketahan mental yang kuat, prima dan membaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa penakut tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan sebagai dampak dari sikap sebagai berikut  ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Mendongengkan kisah-kisah yang seram ; misalnya tentang jin atau setan.  Sebenarnya dongeng-dongeng tentang kepahlawanan dan petualangan lebih mendidik dan menumbuhkan jiwa pemberani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Ibu-ibu suka menakuti anak-anak dengan kegelapan.  Untuk mencabut rasa takut ( phobi ) dari perasaan anak, gandenglah tangannya menuju ruang gelap sambil menjelaskan bahwa yang ditakuti itu sebenarnya tidak ada.  Lalu biasakan anak tidur dengan lampu yang selalu dimatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Disamping ruang dan suasana gelap, ibu-ibu sering pula menakuti dengan binatang-binatang, misalnya ; kecoa, tikus, cacing dan sebagainya.  Cara demikian membuat si anak menjadi jijik dan takut secara berlabihan, lalu terpatri dalam jiwanya dan sangat sulit dinetralkan kembali.  Bahkan ibu sendiri merasa sangat "jijik" sehingga si anak ikut-ikutan.  Seharusnya walaupun ibu merasa jijik dan takut, haruslah menyembunyikan rasa phobinyaitu, agar dapat mengurangi rasa "ngeri" pada si anak.&lt;br /&gt;Salah satu sarana untuk tidak menjadi manusia yang serba takut ; takut celaka, takut gagal, takut binatang, takut gelap dan lainnya adalah dengan bersikap tawakal kepada Allah, serta melatih diri secara bertahap untuk menumbuhkan keberanian di segala bidang.  Ibu-ibu yang berjiwa penakut akan membuat dampak yang serius bagi umat, karena ditangannyalah diletakkan pembangunan kepribadian generasi baru.&lt;br /&gt;Dr. Ahmad Amin dalam bukunya "Fiadhul Khootir (Kekawatiran Yang Berlebihan) berkata : "Tanggung jawab terbesar bagi pendidikan seorang anak berada ditangan kaum ibu.  Wanita atau ibu adalah segudang harapan bagi umat.  Hati seorang ibu haruslah tegar bagai pasukan pengawal yang tidak gentar dengan berbagai serangan scud, boombardir senjata, ledakan bom dan jebakan ranjau-ranjau.  Tak peduli serangan dari laut, darat maupun udara.  Seorang ibu hendaklah tegar untuk menggiring putra-putri terbaiknya untuk terjun ke medan laga berperang melawan musuh.  Sangat tepat jika dikatakan kaum wanita merupakan pasukan pengawal yang menciptakan kepahlawanan dalam jiwa putra-putri bangsa.  Salah besar jika ada yang menyangka bahwa pasukan laki-laki cukup dengan persenjataan yang lenkap tanpa dukungan dari "pasukan wanita yang mengawal dengan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Salah Pendidikan.  Banyak sekali rasa takut yang diakibatkan olah cara didik orang tua yang salah.  Para bapak sering menerapkan pendidikan di rumah dengan cara yang keras ; memberi sanksi-sanksi berat dan ancaman-ancaman.  Sikap demikian membuat hati anak-anak ciut, tumbuh rasa takut yang berlebihan dan jiwanya labil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Memori yang buruk.  Pengalaman masa kecil yang pernah dialaminya, atas sesuatu yang menimpa dirinya, dapat pula menjadi sebab-musabab tambahnya anak penakut.  Untuk mengatasinya kita perlu observasi tentang pangkal penyebabnya, lalu berusaha mentherapinya secara tepat.&lt;br /&gt;Semoga dengan acuan ini, kita dapat mengatasi problematika anak-anak. #####&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-7036504594949038892?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/7036504594949038892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/7036504594949038892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/04/anak-yang-penakut.html' title='TERAPI ANAK PENAKUT'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6351628276507511646.post-4213291495991067055</id><published>2009-04-28T14:46:00.002+07:00</published><updated>2009-06-27T10:17:24.812+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ANAK PEMBANGKANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang tua mengeluh tentang anak-anaknya yang pembangkang ; suka membantah, melawan dan bandel. Apa sebenarnya yang menjadi penyebabnya ? Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sikap seperti itu, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perintah orang tua tidak selaras dengan tabiat usia anak. Misalnya larangan bapak atau ibu terhadap anaknya yang suka bangkar-bongkar mainan. Jika aktifitas ini terus menerus dilarang, akan sangat membelenggu kreatifitas. Jadi ketaatan ini sama dengan mebelanggu daya imajinasi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perintah orang tua tidak konsisten. Suatu kali ayahnya melarang berbuat begini, lain kali dibiarkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perintah orang tua melampaui kapasitas atau kemampuan si anak. Perintah yang melampaui batas akan membuat si anak benci kepa orang tuanya, sehingga terjadi disharmoni keluarga dan anakpun menjadi pembangkang. Untuk solusinya, maka perintah bisa dibuat secara pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kondisi mental anak. Sifat pembangkang bisa juga disebabkan oleh kondisi mental si anak itu sendiri. Ada anak tertentu memiliki keterbelakangan akal dan mental. Perkembangan merekapun amat lamban. Orang tua yang memiliki putra putri yang seperti ini, harus bersikap lembut, penuh kasih sayang serta bijaksana, sehingga dapat menolong si anak menuju kenormalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Minimnya pengetahuan orang tua tentang metode-metode pendidikan. Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan masing-masing. Orang tua harus jeli melihat spesifikasi bakat tiap anaknya, sehingga tidak bersikap otoriter. Banyak orang tua memaksakan anaknya memilih jurusan dan fakultas yang tidak sesuai dengan selera si anak. Jika sikap demikian tidak lekas disadari, maka akan membuahkan beban yang sangat berat bagi putra putrinya sendiri. Jangan menganggap setiap penolakan mereka adalah sikap pembangkangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memaksa secara implisit. Secara tidak disadari, kadang-kadang orang tua bersikap salah terhadap anak-anaknya, misalnya memerintah : "Ambilkan air dingin !", "Ambilkan ini... itu... dan seterusnya, lalumenambahkan pujian yang sebenarnya adalah pemaksaan secara terselubung dan mengatakan "Anakku ini penurut, dia tidak pernah menolak mengambil air dingin untuk kita.". Perintah semacam itu terkesan tidak adanya tenggang rasa dalam keluarga. Sebenarnya setiap anak sangat suka pujian dan butuh penghormatan. Dalam memerintah, kita bisa memakai bahasa yang dapat memotifasinya melakukan perbuatan tertentu atas dasar tolong menolong. Jangan diberatkan dengan perintah ini dan itu dengan nada paksa. Cara yang demikian hanya akan membuat anak menjadi jengkel, sehingga pada akhirnya akan berpribadi labil dan terjajilah krisis kepribadian yang dampaknya akan meluas pada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Perintah dilakukan tidak tepat waktu. Jangan memerintah sesuatu saat merekan sedang bermain, makan atau belajar. Pilihlah waktu yang tepat. Tidak ada salahnya kita membiarkan anak- anak bermain sesuka hatinya asal berguna bagi dirinya. Sebenarnya tidaklah mengapa kita suruh membelikan sesuatu di toko terdekat asal kita beri dia toleransi untuk menyelesaikan mainannya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Memberi pengertian pada si anak. Tak ada salahnya pula kita memberi pengertian pada si anak. Misalnya saat tak mampu membelikan sepeda baru baginya, kita perintahkan kepadanya untuk bersabar. Kita beri penjelasan secara pelan-pelan tentang penghasilan orang tua dan mangapa tidak boleh memaksa diri untuk membeli sepeda baru. Kita gambarkan dengan bijaksana bahwa harga sepeda itu tidak terjangkau kemampuan orang tua. Jika dipaksa, maka akan menggeser kebutuhan pokok. Sikap seperti ini lebih bijaksana dari pada marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tutup bab ini dengan mengutip pesan dari seorang pakar pendidikan : "Jika Anda ingin memperoleh ketaatan ( bakti ) seorang anak, sediakan waktu untuk mempelajari hal-ihwal tentang putra-putri Anda ; Apa yang sedang dipikirkan dan bagaimana menghadapinya secara tepat !" Ingatlah janji yang Anda berikan padanya dan tepatilah. Jelaskan sebab-sebabnya jika permohonannya tidak bisa dipenuhi pada waktu yang dijanjikan agar putra-putri Anda menaruh rasa percaya pada diri Anda. Menjadi kewajiban orang tua untuk memberi penghargaan kepada anak-anaknya sebagai imbalan atas bakti dan taatnya. Kita bisa ungkapkan dengan memberikan hadiah pada saat-saat tertentu sebagai pendorong si anak semakin bakti pada kedua orang tuanya. Jadikan diri Anda sepasang orang tua yang suka mengulurkan tangan dan bermurah hati dengan memberi penghargaan-penghargaan. Sesungguhnya kegembiraan menerima hadiah merupakanfitrah setiap manusia, baik anak-anak maupun dewasa. ***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6351628276507511646-4213291495991067055?l=terapi-anak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/4213291495991067055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6351628276507511646/posts/default/4213291495991067055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terapi-anak.blogspot.com/2009/04/anak-pembangkang.html' title='TERAPI ANAK PEMBANGKANG'/><author><name>TERAPI ANAK BERMASALAH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17314149344163535765</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
